Cerpen Remaja

 


Meet Old Friends




Aku tengah berbincang di caffe bersama sahabat lama ku yang bernama Sofya, kami sudah bertahun - tahun tidak bertemu dan akhirnya kami bertemu kembali. Kami saling menanyakan kabar satu sama lain dan saling menanyakan kesibukan masing - masing.



Ternyata banyak sekali yang berubah dari kehidupan kami.




"Haii". Ucap seseorang, aku pun menoleh ke arah sumber suara




Aku mengedipkan mata beberapa kali.


Memastikan orang yang tepat berdiri di hadapanku. Gelas yang berada di tangan ku hampir saja terlepas.




Aku masih terdiam, melihat orang yang di hadapan ku terlihat seperti seseorang yang sangat aku rindukan, mataku melihat dengan detail wajahnya yang tak berubah sedikitpun.





"Apa kabar?". Ucap seseorang itu lagi. Tak terasa setelah bertahun tahun tidak bertemu dan mendengar suaranya, akhirnya aku mendengar kembali suaranya. Suaranya begitu terdengar jelas di telingaku . Membuat ku lupa cara bernapas, tak terasa aku telah meneteskan air mataku yang membasahi pipiku, ada sesuatu yang terbesit di dadaku.




Aku berdiri lalu memeluknya ,benar saja dia adalah Rani sahabat lamaku yang selalu menemaniku dimana pun dan kapan pun,tak ku sangka aku bisa bertemu lagi dengannya.





"Ehh, A aku. Kabarku baik". Jawabku gugup




Aku memejamkan mataku sebentar. Berharap ini bukanlah mimpi, benar saja ini


bukanlah mimpi, dia adalah salah satu sahabatku yaitu Rani.




"Masih ingat dengan ku?". Alisnya terangkat sebelah, matanya lurus menatapku dengan lekat. Ia masih setia menyunggingkan senyumnya kepadaku.




"Tentu saja aku masih mengingatmu". Jawabku dengan gembira. Tanpa ku sadari aku melupakan Sofya yang sedari tadi teman berbincang ku.




"Ehem, aku dilupain nihh?". Kata Sofya.


Sofya adalah sahabatku juga, tetapi dia adalah sahabat ku sewaktu aku duduk di bangku SMA,


sedangkan Rani adalah sahabat kecilku.




Aku berpisah dengan Rani, dikarenakan ayahnya yang harus pindah kerja di daerah lain. Semenjak itu kami tidak pernah lagi bertemu. Dan sekarang rasanya suatu keajaiban bisa bertemu lagi dengannya.




"Ehh, sorry...sorry hehe, oiya Rani kenalin ini sahabat ku waktu dari SMA namanya Sofya , and Sofya kenalin ini sahabatku waktu aku kecil namanya Rani". Kata ku kepada Sofya dan Rani.




"Haii Rani ,kenalin aku Sofya, semoga kita bisa berteman baik yaa.." Kata Sofya kepada Rani. Yang dibarengi dengan senyuman manis dari Sofya.




"Hai Sofya aku Rani..., iya semoga kita bisa berteman baik ya" kata Rani kepada Sofya.


Yang dibarengi dengan senyuman juga tentunya .




"Sudah ayo kita duduk, ngapain sih berdiri capek tau hehehe". Kata ku sambil senyum bahagia.





Setelah itu kami saling bertukar cerita tentang semua masa lalu yang telah kami lewati bersama, tidak lama kemudian datanglah seorang pelayan. Huft siapa sangka kami tidak menyadari ada seorang pelayan yang datang untuk menanyakan pesanan kepada kami hehe.




Kami sangatlah bahagia hingga tidak menyadari adanya pelayan yang datang.


"Ehh, maaf mas kami tidak sadar kalau dari tadi ada mas di sini". Kata Sofya.


"Iya mbak gak papa, apa ada pesanan yang mau ditambah mbak?". Kata mas pelayan


"Ohh iya mas, kami mau pesan nasi gorengnya aja deh mas...3 yaa, emm kalau minumnya es jeruk ajaa mas ". kata aku sambil melirik ke Rani dan Sofya .


"Siap mbak, minumnya 3 juga mbak?". Kata mas pelayan.


"Iyaa mas, 3 aja soalnya minuman yang tadi juga sudah habis". Kata aku.




Setelah makanan sampai kami pun makan sambil melanjutkan cerita kami, tampa disadari ada seseorang yang memantau kami dari kejauhan,tidak disengaja Rani dari tadi memperhatikan orang tersebut.




Karna memang dari awal Rani cerita bahwa dari tadi ia melihat orang itu yang terlihat seperti memantau mereka, awalnya dia mengira hanya prasangkanya saja sepertinya tidak , karena.... ternyata Sofya juga merasa curiga dengan orang itu.




Disaat kami tau kami seperti dimata - matai oleh seseorang kami bergegas untuk beranjak pergi dari caffe itu, karna kami juga merasa takut. Sebelum kami pergi kami sempat ribut , awalnya aku ingin membayarkan makanannya malah Rani menghalangi ku dia bilang dia yang ingin membayarnya, begitu pula dengan Sofya .


Awalnya aku pusing memikirkan bagaimana caranya untuk bisa keluar dari masalah bayar membayar ini, untung saja aku punya solusi yang bagus. Akhirnya kami sepakat untuk bayar bersama - sama. Yaaaa total dari semua makanannya dibagi tiga dan kami membayarnya bersama - sama, setelah itu kami bergegas untuk pergi ketempat lain sajaa.



Karna kami baru berjumpa, jadi kami ingin menghabiskan waktu bersama - sama seharian, and setelah pergi dari caffe itu kami melanjutkan perjalanan kami. Dan untungnya Rani membawa mobilnya jadi kami melanjutkan perjalanan kami dengan menaiki mobil Rani.




Akhirnya kami sampai ditujuan selanjutnya yaitu mall, sesampainya kami di parkiran mall aku melihat ternyata orang yang memantau kami tadi di caffe mengikuti kami dari belakang, awalnya kami mau samperin orang itu tetapi kami takut jika orang tersebut macam - macam kepada kami




Ternyata sebelum kami menyamperin orang tersebut, malah orang itu yang menyamperin kami, dia seorang cewe tetapi dia memakai masker, ia juga memakai sweater dan hijabnya ditutupnya dengan topi. Kami benar - benar bingung, siapa dia sebenarnya dan dipikiran ku bertanya - tanya siapa wanita itu?.




Aku memberanikan diri untuk bertanya siapa sebenarnya wanita itu, ketegangan mulai terasa .Sebelum aku menanyakan sesuatu kepada wanita itu, dia berbicara sesuatu kepada kami


"Apakah kau tidak mengingat ku?". Kata wanita tersebut. Suara nya tidak terdengar asing di telinga ku, tapi aku benar - benar tidak mengenalnya karna wajahnya tertutup dengan masker, jadi aku tidak bisa melihatnya dengan jelas.




Aku melirik kepada kedua sahabatku, aku mengira itu temannya Rani ternya tidak. Rani sama sekali tidak mengenal perempuan itu, lalu Sofya menarik tangan ku, ia mengatakan



"Bukan kah dia mirip dengan zeraa?". Kata Sofya kepada ku


"Masa sii?,bukannya zeraa semenjak tamat SMA dia kulian di luar negeri?". Kata ku kepada Sofya.


"Bisa saja dia sudah pulang kesini". Kata Sofya




Akhirnya aku menjawab pertannyaan wanita tadi, "Kami tidak mengenal mu sama sekali, kalau boleh tau kamu siapaa?, saya melihat dari tadi kamu mengikuti kami bertiga". Kata ku kepada wanita tersebut.




Wanita tersebut mulai membuka topinya, memang dia sangat mirip dengan sahabat kami yang bernama zeraa, tetapi zeraa sudah lama sekali tidak memberikan kabar kepada ku ataupun Sofya semenjak dia meneruskan kuliahnya diluar negeri. Perlahan dia membuka maskernya, aku sangat terkejut begitu juga dengan Sofya. Ternyata dia benar sahabatku zeraa, aku dan Sofya langsung memeluknya dengan erat. Benar - benar suatu kejutan buat ku bisa bertemu dengan sahabat - sahabat lama ku lagi.




Lalu aku dan Sofya banyak sekali bertanya dan bercerita kepada zeraa, sambil berjalan masuk ke mall . Tidak lupaa aku juga mengenalkan Rani kepada zeraa, siapa sangka ternyata Rani telah mengenal zeraa begitupun dengan zeraa, ternyata mereka sudah berkenalan cukup lama. Lalu Rani menjelaskan semuanya kepadaku, ternyata semenjak Rani pindah meninggalkan ku, dia tinggal dekat komplek rumah zeraa yaitu di jakarta, ternyata mereka tetanggan akhirnya mereka bersahabat.




Tetapi waktu masuk SMA zeraa terpaksa pindah dikarenakan bisnis papanya sempat mengalami bangkrut dan ternyata dia pindah ke daerah tempat tinggalku, dan kebetulan kami juga satu SMA, disana kami juga selokal dengan Sofya .Disitulah kami menjadi sahabat bertiga,




Tidak disangka kami sudah berada didalam mall dan kami mencari barang yang coupelan agar kami selalu mengingat satu sama lain, tidak lupa juga untuk membeli makanan hehe..., tidak terasa hari sudah hampir malam, akhirnya kami berpisah pulang kerumah masing - masing, sebelum pulang kami tidak lupa untuk saling bertukar nomor telepon.Agar bisa berkabar satu sama salin.







Akhirnya aku merasa senang bisa berjumpa dengan sahabat - sahabat lama ku, aku berharap kami bisa selalu bersahabat dengan baik sampai kapan pun.


Aku tidak akan melupakan hari yang indah ini sampai kapanpun.




































0 Komentar