Setetes Darah Penyambung Hidup Ibuku: Cincin 1 Emas Awal Perubahan Kehidupan Kami


Setetes Darah Penyambung Hidup Ibuku: Cincin 1 Emas Awal Perubahan Kehidupan Kami





Hai Sahabatku…

Dua peristiwa besar yang terjadi dalam hidupku tak akan pernah bisa kulupakan. Peristiwa itu menjadikanku lebih peduli dan merasakan manfaat kebaikan berbagi.

Aku adalah salah seorang anak yang tumbuh dari keluarga kurang mampu. Dulunya kehidupan kami berjalan hanya sekadar memenuhi kebutuhan makan. Aku dan adik-adikku dibesarkan dan disekolahkan orang tua dengan cara berjualan lontong di sebuah sekolah dasar dekat rumahku.

Masih segar diingatanku ketika duduk dibangku SMA kelas 3 akhir. Disaat aku harus fokus untuk mengikuti berbagai kegiatan di sekolah, saat itu pula ibuku masuk rumah sakit dan harus mendapatkan pengobatan yang sangat serius. Padahal kami tidak punya tabungan sedikitpun untuk biaya selama di rumah sakit.

Suatu hari kami menerima informasi bahwa ibuku harus dioperasi dan membutuhkan darah yang banyak. Kami hanya mendengar kabar dari tetangga yang berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk sebab rumah sakit itu termasuk jauh dari tempat tinggal kami. Apalagi saat itu kendaraan tidak seperti sekarang ini.

Meskipun saat itu aku masih muda belia namun kehidupan memengaruhi cara berpikirku. Bagaimana yah, kalau ibuku tidak bisa diselamatkan? Apa yang akan terjadi dengan kami ( aku dan adik-adikku ) Operasi baru bisa dilakukan jika sudah mendapatkan beberapa kantong darah, kata dokter.

Sementara aku tidak bisa berbuat apa-apa karena harus menjaga ke dua adikku yang saat itu masih kecil.

Namun pertolongan Allah selalu datang di saat yang tepat. Entah bagaimana caranya, ayah kami memberitahukan kepada salah seorang penjual selimut di pasar bahwa ibuku memerlukan beberapa kantong darah.

Tidak menunggu waktu lama beberapa orang datang untuk mendonorkan darahnya buat ibuku. Orang-orang itupun tidak ada hubungan keluarga dengan kami. Mereka adalah orang-orang pasar yang mempunyai hati seperti malaikat. Memang benar setetes darah yang diberikan itu merupakan kehidupan baru bagi ibuku dan kami semua.

Yah..tentunya rasa syukur kami tak pernah putus-putus atas kebaikan orang-orang yang tidak kami kenal. Operasi berjalan dengan lancar. Ibuku berangsur-angsur pulih. Selama di rumah sakit pertolongan dan berbagai kebaikan kami terima.

Alhamdulillah, setelah melewati waktu hampir 3 minggu, ibuku diizinkan pulang. Bagaimana dengan biaya rumah sakit? Alhamdulillah ada keringan dari pihak rumah sakit. Dengan berbagai cara saat itu, semua biaya rumah sakit bisa kami lunasi.

Sahabat…
Serasa waktu sangat cepat berputar. Serangkaian ujian akhir aku lewati tanpa belajar sebagaimana harusnya. Dan… aku dinyatakn lulus dari SMAN tempat aku menimba ilmu.

Keluarga kami termasuk keluarga yang menomorsatukan pendidikan. Walaupun sebenarnya ekonomi kami tidak memungkinkan, namun aku tetap berkeinginan untuk mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( UMPTN ). Apalagi orang tua memberikan dukungan dan semangat meskipun pada dasarnya tidak mampu. Uang sekolah atau SPP waktu SMA juga sering menunggak.

Aku yakin dan tetap nekat untuk ikut UMPTN itu. Berbagai pendapat tetangga muncul tentunya. Ada yang mendukung dan banyak juga mencibir. 

Singkat cerita aku diterima di Universitas Negeri Padang ( UNP ). Mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia.

Adakah biaya kami???

Tidak…

Kami tidak ada biaya sebab ibuku belum bisa berjualan. 
Lalu bagaimana caranya?
Aku harus daftar ulang. Ada sejumlah uang yang harus dibayar. Tambah lagi ongkos dan biaya ke Padang ( lokasi kampus UNP)
Entahlah… yang mau dijual juga tidak ada lagi.

Lagi…dan lagi pertolongan Allah datang. 
Sore itu datanglah seseorang yang diutus Allah. Tetangga kami bersedia meminjamkan cincin emasnya untuk pendaftaranku di perguruan tinggi. Beliau rela menjual cincin emasnya, satu-satunya barang berharga sebagai tabungannya. Tidak semua orang bisa melakukan itu.

Ya Allah, engkau selalu menunjukkan kekuasaanMu, kasih sayangMu.

Aku jadi mahasiswa.
Aku belajar dengan baik, hidup dengan kekurangan. Suka dan duka kulalui selama pendidikanku.  Tekat yang kuat mengantarkanku pada lulusan terbaik saat itu dengan IPK 3.71,  predikat “Cumlaude”. 1 Emas cincin tetanggaku mengantarkan aku memperoleh gelar sarjana.

Benar ungkapan yang selama ini kudengar, “satu tangan yang menolongmu disaat jatuh begitu berharga dari ribuan ucapan selamat saat kamu sukses”

Sahabat…
Berbagai peristiwa yang aku lalui mengajarkan aku arti “menebar kebaikan’. Tak peduli kebaikan itu dalam bentuk apapun. Tak peduli besar atau kecilnya kebaikan itu. Setiap kebaikan yang kita berikan bisa jadi awal kebaikan juga bagi orang lain. Kebaikan berbagi benar-benar aku rasakan manfaatnya.

Meskipun sudah lebih 20 tahun, namun kebaikan dan pertolongan dari orang-orang yang membantu kami tidak pernah luput dari ingatanku. Teriring doa selalu berharap agar mereka selalu dilindungi oleh Allah.

Belajar Menebar kebaikan



Apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai. 
Sampai saat ini aku sangat yakin dengan kata-kata yang tidak asing itu. Apapun yang kita lakukan, akan kembali ke kita. 

Sesungguhnya kebaikan itu perlu juga dilatih dan dipaksa. Maksudnya?? Yah… menebar kebaikan perlu dilatih. Oleh sebab itu aku juga punya cara agar aku tidak lupa untuk menebar kebaikan dan membelajarkan anak-anakku tentang kebaikan.

1.      Mengisi kotak infak yang ada di Masjid

Setiap ke masjid pastinya selalu ada kotak infak. Meskipun tidak rutin, jika aku singgah ke masjid baik untuk sholat ataupun hanya keperluan ke kamar mandi, aku selalu membiasakan anak-anaklah yang mengisi kotak tersebut. Ini bertujuan agar anak-anak dari kecil sudah mengerti dan membiasakan untuk berbagi.

Kadang juga sering kita jumpai orang tua atau orang-orang yang tidak seberuntung kita di masjid. Mereka meminta sedikit rezeki kita untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Jadi aku juga biasakan yang memberikan itu anak-anak,  bukan diriku. Semoga kelak anak-anakku juga terbiasa untuk menebar kebaikan.

2.      Berbagi Rezeki

Banyak cara yang dilakukan orang untuk berbagi rezeki. Allah telah melimpahkan rezeki yang banyak buat kita. Namun diantara rezeki itu ada pula terselip rezeki orang lain. Oleh sebab itu bersegeralah untuk berbagi rezeki selagi kesempatan itu ada.

Hal rutin yang bisa kita lakukan adalah mengeluarkan zakat. Sebagai seorang guru, tentunya setiap bulan mendapat gaji. Aku berupaya untuk mengeluarkan zakat dari penghasilanku. Aku yakin, zakat adalah cara terbaik untuk membersihkan harta.

Memberikan sedekah pada orang yang meminta-minta meskipun kita tidak tahu bagaimana keadaan sebenarnya. Jangan khawatir, jika ada orang yang datang ke rumah, terus meminta sumbangan atau sejenisnya. Tugas kita hanyalah berbagi rezeki yang kita punya. 
Biasanya jika ada anakku di rumah, maka dia yang aku suruh untuk memberikan sedekah itu.
Selalu aku pesankan, berikan sedekah dengan tersenyum.

Bisa tersenyum adalah rezeki yang luar biasa dari Allah SWT.

3.      Berbagi makanan

Ini adalah hal sederhana yang sangat mudah kita lakukan. Sesekali mari berbagi makanan dengan orang-orang di sekeliling kita. Kebiasaan aku, jika ada makanan yang ingin dibagikan ke tetangga pasti aku menyuruh anak untuk mengantarkan. Disamping meringankan pekerjaan kita, secara langsung juga mengajarkan dia untuk selalu berbagi.


4.      Bahagiakan orang sekitar

Membahagiakan orang sekitar terkadang tidak mudah. Namun yang penting ada niat yang tulus untuk membantu sehingga orang lain merasa bahagia. Contoh, jika ada yang sedang mengalami masalah, kita hadir untuk memberikan motivasi dan support sehingga mereka tidak larut dengan masalah. 
Bisa juga dengan meringankan beban hidupnya, dengan cara memberikan bantuan.
Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.

5.      Mudahkan urusan orang lain

Menebar kebaikan bukan hanya dengan uang atau harta. Dengan memudahkan urusan orang lain adalah cara terbaik sebagai ungkapan rasa syukur kita atas limpahan rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Tidak perlu mempersulit jika bantuanmu dibutuhkan.
Semakin engkau mudahkan urusan orang lain maka Allah yang akan memudahkan urusanmu.

6.      Belanja dengan orang-orang terdekat

Hal ini sangat penting menurut aku. Belanjalah dengan orang-orang terdekat kita. Bisa jadi sedikit keuntungan yang didapat dari kita sangat diharapkan mereka untuk penyambung hidup. Bisa jadi keuntungan yang diperoleh dari kita adalah cara agar anak-anak mereka tetap bisa sekolah.

Disaat kita merasa bangga belanja jutaan di swalayan atau supermarket ada kehidupan tetangga, orang-orang seiman yang kita abaikan. Mereka hanya mengharapkan sekian persen keuntungan dari jualan mereka. Tidak banyak yang mereka inginkan selain untuk makan dan biaya sekolah. Sementara di supermarket atau swalayan, yakinlah mereka yang punya saham di sana pastinya orang-orang yang sudah berkecukupan. Bahkan mereka sudah bergelimang harta.

7.      Berbagi informasi yang dibutuhkan banyak orang

Ini barangkali hal yang sepele. Berbagilah dengan cara memberikan informasi yang dibutuhkan orang lain. Saat ini zaman sudah canggih. Semua serba online. Kemajuan teknologi memudahkan siapapun. Informasi bisa dengan mudah didapatkan. Dunia maya salah satu cara yang dilakukan banyak orang untuk mengais rezeki.

Banyak yang berjualan online, banyak yang menjadi youtuber, dan lain-lain. Oleh sebab itu, jika kamu memanfaatkan itu semua, berbagi informasilah. Tebarkan info-info positif. Jangan menebar berita-berita yang membuat orang lain panik.

8. Menyisakan makanan untuk kucing

Kami tidak memiliki hewan peliaraan, tapi aku sengaja menyisakan makanan untuk kucing yang sering berkeliaran di sekitar rumah. Biasanya makanan itu aku letakkan di sudut pagar. Begitu terdengar aku membuka pagar, kucing-kucing spontan melihat ke arahku. Ya, dia tahu dimana posisi makanannya. Akhirnya semakin banyak aja kucing ku lihat di sekitar rumah.

9. Memberikan pakaian layak pakai

Sebelum pulang kampung, kegiatan rutinku adalah membongkar lemari. Aku pikir pakaian yang ada di lemari itu harus bisa bermanfaat untuk orang lain yang membutuhkan sebab semuanya akan dihisap dan dimintai pertanggungjawaban.

“Kebaikan kecil berdampak besar” dan jangan ragu untuk tetap berbuat baik.

Menebar Kebaikan Bersama Dompet Dhuafa




Majunya teknologi memudahkan kita melihat dunia. Suka dan duka yang dialami saudara-saudara kita tak menunggu waktu lama sampai ke kita. Akhir-akhir ini begitu banyak duka nestapa yang dialami saudara-saudara seiman kita. Apalagi dengan adanya pandemi covid-19 ini. Sebagian dari mereka makin terpuruk.

Ada yang kesulitan untuk mendapatkan biaya pengobatan anaknya. Ada yang kesulitan untuk mendapatkan sesuap nasi. Kesulitan mendapatkan pendidikan dan berbagai kesulitan lainnya. Mereka terus berjuang, namun kesulitan itu belum beranjak pergi.

Kita hanya diam???
Jangan…
Kita harus bersatu.
Kita harus kuat.

Bersama Dompet Dhuafa kita bisa menebar kebaikan tanpa harus khawatir donasi yang kita berikan tidak sampai ke orang-orang yang berhak.
Dompet Dhuafa berada di bawah nauangan Yayasan Dompet Dhuafa Republika, yang mulai dibentuk tahun 1993. Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi Islam dengan program-program kemanusiaan, 5 pilar utama sebagai berikut:

1.      Pendidikan

Dompet Dhuafa berkomitmen selalu menyediakan akses pendidikan seluas-luasnya untuk kaum dhuafa. Berbagai program pendidikan dirancang dan direalisasikan. Contohnya Beastudi Indonesia, Makmal Pendidikan, Sekolah Literasi Indonesia, School For Refugees, Pusat Belajar Anti Korupsi, dan lain-lain.

2.      Kesehatan

Untuk program kesehatan, Dompet Dhuafa mendirikan lembaga kesehatan yang bertujuan untuk melayani seluruh mustahik dengan system yang mudah dan terintegrasi. Sejak tahun 2009, Dompet Dhuafa membangun rumah sakit gratis bagi pasien dari masayarakat miskin.

3.      Ekonomi

Berbagai upaya dilakukan oleh pihak managemen Dompet Dhuafa diantaranya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi daerah untuk mendorong kemandirian umat.
Contohnya, pertanian sehat, peternakan rakyat, UMKM dan industry kreatif, pengembangan kawasan, pengembangan keuangan mikro syariah, dan lain-lain.

4.      Sosial

Hal yang paling membanggakan adalah Dompet Dhuafa merespon cepat permasalahan masyarakat sesuai dengan kebutuhan. Misalnya di suatu tempat ada bencana, maka Dompet Dhuafa cepat bertindak.

5.      Budaya

Dompet Dhuafa tidak pernah melupakan budaya warisan leluhur zaman dulu yang mengandung nilai-nilai kebaikan.

            Sahabatku …

Saatnya kita berbagi, selain berbagi dengan orang-orang terdekat ada baiknya juga kita ikut berpartisipasi untuk saudara-saudara kita yang lain. Sekarang untuk menebar kebaikan bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tidak peduli kecil atau besar, donasi yang kamu berikan insyallah akan bermanfaat bagi orang lain.

Mari sama-sama kita kembali mengukir senyum mereka.

Oh ya, lewat Dompet Dhuafa kita juga  bisa membayar zakat, waqaf, dan infaq. Dimanapun, kapanpun, dan berapapun ayo donasikan lewat Dompet Dhuafa. Caranya juga mudah.


1. Masuk www.dompetdhuafa.org lalu klik donasi


2.      Pilih jenis donasi

3.      Isi form yang ada

4.      Pilih cara pembayaran

5.      Lakukan pembayaran

6.      Konfirmasi

7.      Setelah berhasil, aka ada sms dan email pemberitahuan


Jangan malu jika donasimu masih sedikit, insyaallah suatu saat bisa kita tingkatkan. Niat ikhlasmu hanya Allah yang akan membalas.

Mari menebar kebaikan untuk sesama.




Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang Diselenggarakan Oleh Dompet Dhuafa.



57 Komentar

  1. Subhanallah...luar biasa,cerita yang sangat menginspirasi.
    Seringkali kita terkadang lupa bahwa hal sepele menurut kita bisa jadi akan menjadi hal yg luar biasa buat orang lain...berbagi tidak harus dengan hal yg mewah dan luar biasa,dengan hal yg sederhana pun dengan berbagi kita bisa membuat orang lain bahagia...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener sekali kak...kecil buat kita sangat besar buat yang butuh. Semoga ke depannya jauh lebih baik ya kak..

      Hapus
  2. Kebahagian dengan berbagi tak akan bisa diungkapkan. Semoga kita bisa terus menebar kebaikan dengan melakukan hal yang baik untuk sesama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...insyaallah kita terus belajar untuk saling berbagi ya mba..

      Hapus
  3. Bener kak keajaiban Allah akan datang saat yang tepat dan tidak dapat di sangka². Semoga kita termasuk orang yang tidak pernah malas berbagi yaaa. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...semoga mba Ovi, kita tingkatkan terus kepedulian kita untuk tetap berbagi.

      Hapus
  4. Terharu Ipeh baca tulisan kak Nofri. Betapa Allah Maha Besar ya, kak. Jadi inget nasihat seorang pebisnis sukses. Dia bilang, ngapain bingung nentuin investasi yang cocok. Mendingan langsung aja investasi akhirat. Biar investasi kita melindungi kita dari banyak hal yang akan terjadi ya, kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget. Kadang uluran tangan kita merupakan awal kehidupan baru bagi orang lain..terima kasih mba say..

      Hapus
  5. So touching. Bener banget, kalau mau kaya jalan satu2nya ya belanjakan harta di jalan Allah. Salah satunya dengan sedekah. Harta yang dibawa mati adalah yang kita berikan di jalan Allah. Reminder banget buatku yang kadang suka itung2an banget, maunya ngirit. Padahal Allah ngga pernah itung2an sama kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba... Memang sifat kita seperti itu, mudah-mudahan kita selalu ingat dan berusaha untuk berbagi.

      Hapus
  6. Makna dan hikmah bersedekah kadang tidak bisa dirasakan secara penuh, tp cara untuk kita tetap bersyukur dapat mempermudah kita dalam segala urusan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sekali... Semoga ke depannya lebih baik lagi dan kita dengan mudah untuk berbagi.

      Hapus
  7. Cerita yang sangat menginspirasi sekali mbak. Setiap kebaikan akan selalu mendatangkan kebahagiaan.


    Benar mbak berbuat kebaikan bisa dilakukan dengan banyak cara. Tidak perlu menunggu kita kaya. Terima kasih atas sharingnya. ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama- sama mba say. Semoga kita selalu mudah untuk berbagi.

      Hapus
  8. Ah, sekarang makin mudah ya menebar kebaikan, Ceritanya kakak juga bisa jadi inspirasi buat yang lain nih. Apalagi kan sekarang melalui aplikasi berbagai macam memudahkan kita banget untuk berbagi kebaikan. Nominal urusan kesekian, yang penting niatnya dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mba... Niat berbagi yang harus kita pupuk. Soal nominal, jangan dipermasalahkan.

      Hapus
  9. MasyaaAllah, cerita Mbak pasti tidak akan pernah terlupa. Menjadi sejarah untuk diceritakan kepada anak-anak kelak. Kebaikan berbagi pasti akn terus diingat hingga akhir hayat. Semoga kita selalu berbagi, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...benar sekali mba, gak akan lupa sampai kapanpun...

      Hapus
  10. Masyaallah, kisahnya luar biasa sekali bun. dari emas bisa sampai sarjana ya. emang yang namanay kebaikan itu enggak ada habisnya dan pastinya selalu kembali kepada yang memberi dan yang diberi jadi terinpirasi untuk berbuat seperti itu juga. makasih sharingnya bun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama- sama mba say. Benar sekali, cerita itu akan menjadi pengingat buat saya sehingga mudah untuk menebar kebaikan.

      Hapus
  11. Inspiratif kisahnya, Ni Santi... bagaimana pun kebaikan orang yg menolong kita sampai kapanpun sudah dilupakan yaa, jadi lebih bersemangat menebar kebaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sekali...sampai kapanpun kebaikan itu tak lekang oleh waktu.

      Hapus
  12. Nangis baca kisah kakak, jadi inget gimana mau masuk sekolah farmasi yang uang pendaftarannya puluhan juta, uang tidak ada tetapi kata ayahku bismillah aja alhamdulilah pendidikan ini bisa aku jalanin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah...sama kisah kita ya mba say...tapi Allah selalu punya rencana yang indah buat kita.

      Hapus
  13. Masya Allah.... Perjuangannya sungguh luar biasa. Semoga ibunda dan keluarga sehat selalu ya, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...terima kasih mba say. Semoga kita semua dalam keadaan sehat.

      Hapus
  14. BAntuan tetangga sangat berarti ya Mbak. Kadang memang kita melakukan sesuatu yang ternyata sangat dibutuhkan atau kita menerima sesuatu yang sangat kita butuhkan.
    Semoga tetangga mendapatkan balasan yang sesuai dengan budinya. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin mba... Selagi kita mampu mari sama- sama kita bantu.

      Hapus
  15. sungguh kisah yang sangat menginspirasi sekali kak, karena berbagi itu indah maka jangan pernah lelah berbuat kebaikan.

    BalasHapus
  16. Luar biasa berkat yang mbak terima, menginspirasi sekali. Semangat untuk sekolah masa itu benar-benar hebat. Kisah ini bisa menjadi tularan kebaikan bagi orang lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...terima kasih atas apresiasinya..sama-sama kita tebar kebaikan.

      Hapus
  17. Kebaikan dan pertolongan yg datang untuk kita itu adalah kebaikan2 yg pernah ditanam oleh kita dan orang2 di sekitar kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...mari sama- sama kita menebar kebaikan..

      Hapus
  18. Setiap orang mempunyai sisi hidup yang menarik untuk diceritakan. Kisahnya inspiratif mba. Saya pun cuma anak petani. Ibu saya bahkan harus merelakan uang yang disimpannya belasan tahun untuk berangkat haji demi bisa menguliahkan anak. Sebanyak apapun sekarang kita ganti uang yang dulu ibu korbankan untuk kita, tetap tak akan pernah setimpal untuk membalas kebaikannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mba Mutia... Kita bisa seperti sekarang ini karena semangat dan doa orang tua.

      Hapus
  19. ceritanya memberi inspirasi..semoga program dompet dhuafa benar2 bermanfaat ya kak untuk masy yg membutuhkan terlebih saat pandemi corona spti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih... Aamiin...kita sama- sama berdoa..

      Hapus
  20. Pertolongan Allah memang terkadang datang dari arah yang tidak pernah kita duga. Mungkin sepele di mata sebagian orang, namun kebaikan yang kita terima di saat kita butuh tidak akan pernah bisa terlupakan seumur hidup. Semoga semangat berbagi ini bisa kita wariskan terus kepada anak dan cucu kelak.

    BalasHapus
  21. Masya Allah, inilah pertanda Allah Swt tak pernah tidur dan selalu ada di saat yang tepat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mba...tugas kita hanya berbagi kebaikan..insyaallah

      Hapus
  22. iya kadang apa yang kita inginkan tdk sesuai realitanya tapi allah tau apa yang terbaik buat kita, berbagi jangan liat nominalnya tapi keiklasannya untuk saling membantu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener sekali, yang penting ada niat ikhlas untuk berbagi..

      Hapus
  23. dalem mbak ceritanya, setetes kebaikan ternyata bisa membawa menyambung kehidupan seseorang ya. luar biasa mbak masyaAllah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba... Perubahan hidup seseorang bisa jadi dari kebaikan berbagi yang tulus..

      Hapus
  24. Air mataku hampir jatuh baca tulisan ini. Sungguh terharu. Semua kalimat dalam tulisab ini kusuka. Semoga menang ya .... Semangat ✊

    BalasHapus
  25. Masha Allah terharu. Keren kak bisa cumlaude. Semangat terus kak, mari terus berbagi untuk solidaritas Indonesia.

    BalasHapus
  26. Dengan keterbatasan yang ada..mampu mendapatkan nilai cumlade..keren dan menginspirasi kak...the power of sharing 😇😇

    BalasHapus
  27. InsyaAllah kalau kita selalu berbuat baik, ada pula orang baik yg selalu diutus Allah utk kita

    BalasHapus
  28. Tulisan"nya sangat menginspirasi sekali.

    BalasHapus
  29. Kita punya banyak cara untuk bisa berbagi kebaikan, hal kecil bisa berarti besar buat sesama. Tiap kita berbuat baik, tidak usah mengharapkan imbalan apa-apa, Tuhan pasti tau yang terbaik untuk kita. Berbuat baiklah karena itu adalah tugas kita sebagai manusia

    BalasHapus
  30. Saya seorang Mahasiswi, Buk. Membaca ini seperti mengingatkan saya untuk tidak menyia-yiakan kesempatan kuliah yang sedang saya jalani. Terima Kasih buk sangat menginspirasi.

    BalasHapus