Mengenal Sekolah Ramah Anak

Assalamualaikum wr.wb.


MENUJU SEKOLAH RAMAH ANAK

Salam Literasi
Salam Ramah Anak

Hai Sahabat! apa kabar? Semoga sahabat semua dalam keadaan sehat.

Hari ini tanggal 7 November 2019 merupakan hari yang sangat bersejarah dalam dunia pendidikan kita. Tepatnya Kamis, 7 November hampir seluruh sekolah menyambut gembira, penuh suka cita memperingati Hari Anak Universal atau Universal Childrens Day. Dalam rangka memperingati hari anak tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak dan melaksanakan program sehari belajar di luar kelas. Berikut prinsip-prinsip Sekolah Ramah Anak:
1. Tidak adanya diskriminasi apapun, baik etnis, agama, jenis kelamin, ekonomi, keluarga, bahasa serta kedudukan anak dalam keluarga.
2. Kepentingan terbaik bagi anak.
3, Hak hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan anak
4. Penghargaan terhadap pendapat anak.

SMPN 4 Bathin Solapan melalui kepemimpinan bapak Amril,S. Ag juga turut  mengambil bagian untuk menyambut peringatan Hari Anak Internasional ini melalui kegiatan sehari belajar di luar kelas. kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan menyambut peserta didik di gerbang sekolah dengan 3 S ( senyum, salam dan sapa )



Selesai penyambutan siswa, acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Tampak sekali antusias peserta didik melaksanakan program Sehari Belajar di Luar kelas ini, mengingat setiap hari mereka selalu disibukkan dengan teori-teori yang disampaikan guru di dalam kelas. Mereka diharuskan untuk menguasai ilmu pengatahuan dan keterampilan secara akademis dan menyampingkan kemampuan sosialnya. Lewat program Sehari Belajar di Luar kelas, peserta didik diberi kesempatan untuk mengasah kemampuan sosialnya.

Setelah selesai menyanyikan lagu Indonesia Raya, peserta didik duduk berkelompok untuk melakukan sarapan bersama. Sebelum sarapan, semuanya mencuci tangan bersama sampai bersih. Salah satu diantara mereka memimpin doa sebelum makan. Sarapan bersama bertujuan untuk mempererat rasa kekeluargaan diantara peserta didik, mereka dianjurkan untuk saling bertukar menu makanan. Disamping itu juga mendekatkan peserta didik dengan guru. Selesai sarapan, kembali peserta didik berdoa bersama dan mencuci tangan sampai bersih.



Kegiatan berikutnya memeriksa lingkungan sekitar, mulai dari mengutip sampah, membuang ke tempat sampah, menyingkirkan barang-barang yang membahayakan dan membersihkan tanaman dari rumput sehingga lingkungan sekolah tampak bersih dan rapi. Begitu selesai maka dilanjutkan dengan kegiatan memeriksa lampu yang hidup kemudian dimatikan. Guru menjelaskan konsep hemat energi dan hemat air.


Sekitar pukul 08.30 peserta didik membaca buku yang mereka bawa dari rumah. Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan mereka membaca sesuai dengan upaya pengembangan literasi di sekolah.

Beberapa menit mereka membaca, kegiatan berlanjut pada simulasi evakuasi bencana alam dalam lagu dan gerak. Pada kegiatan ini simulasi evakuasi gempa. Peserta didik sangat senang dan antusias menirukan gerak dan lagu yang sudah disediakan.


Acara selanjutnya adalah senam Germas. Mengingat lagu dan senam Germas ini lagi viral, tampak sekali keseruan peserta didik melakukannya. Jangankan peserta didik, guru pun sangat bersemangat untuk melakukannya. Sepertinya saat-saat itu semua masalah hilang dan kami menyatu dalam kebahagiaan yang luar biasa. Guru dan siswa benar-benar larut dalam kebersamaan, kehangatan dan kemeriahan acara. Sesekali bolehlah ya kita happy-happy, melupakan sejenak masalah hidup kita.. cieee...cieee...lupakan sejenak mesin cuci yang selalu bergema, lupakan sejenak mengingat tumpukan kain yang harus digosok. Lupakan sejenak memikirkan apa yang harus dimasak nanti sore. Lupakan sejenak menyiapkan perangkat pembelajaran dan administrasi lainnya. Yah.... kami begitu bahagia bersama siswa yang juga bahagia. Guru dan siswa juga manusia yang butuh hiburan🤗🤗🤗




Selesai senam Germes, selanjutnya tiap-tiap kelas menampilkan pertunjukan permainan tradisinal yang sudah lama ditinggalkan. Barangkali anak-anak kita tidak lagi mengenal main petak umpet, main tali, main kelereng dan permainan yang lain. Mereka hanya disibukkan dengan permainan yang disuguhkan kemajuan teknologi. Acara ini kembali mengingatkan kita betapa bahagianya masa kecil kita dulu.


Sahabatku... acara kami lanjutkan dengan tepuk hak anak dan yel-yel sekolah ramah anak. Harapan kita bersama tentunya semua itu dapat terwujud dalam kegiatan sehari-hari.
Oh ya ini merupakan kegiatan tambahan di sekolah kami yaitu simulasi bencana kebakaran yang dipertunjukkan oleh peserta didik.

Sekitar pukul 09.45 melalui kepala sekolah maka secara resmi Deklarasi Sekolah Ramah Anak ditandatangani secara bergantian dan dilanjtkan pelantikan Tim Sekolah Ramah Anak. Kegiatan sehari belajar di luar kelas ditutup dengan menyanyikan lagu Maju Tak Gentar, menandakan bahwa kita semua harus maju dan tak gentar dengan kondisi apapun.

Demikianlah serangkaian acara Sehari Belajar di Luar Kelas dalam rangka memperingati Hari Anak dan mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak di SMPN 4 Bathin Solapan Duri Riau..


47 Komentar

  1. Seru ya belajarnya, ada program seperti ini. Belajar jadi makin menyenangkan dan tidak monoton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, skali-skali bikin anak lebih happy..

      Hapus
  2. Sekolah ramah anak memang harus lebih diperbanyak ya k, seperti sekolah alam yang sempat hits itu. Jadi anak-anak bisa menikmati masa-masa belajar dan bermain juga sambil edukasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sekali. Sesuai dengan komitmen menteri pendidikan kita sekarang.

      Hapus
  3. Wah ini benar benar kegiatan yang mendidik dan mengajarkan kebersamaan antara siswa dan gurunya. Sementara untuk permainan tradisionalnya, dapat menjalin keakraban dan melestarikan kebudayaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mas, semoga ke depannya lebih baik lagi sehingga anak2 kita lebih betah di sekolah.

      Hapus
  4. Memang menyenangkan kalau belajar di luar kelas itu, soalnya siswa juga bosen kalau di kelas terus. Mungkin program bermanfaat seperti ini harus diadakan secara reguler.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan di masa yang akan datang lebih baik lagi.

      Hapus
  5. Wiwin | pratiwanggini.net12 April 2020 03.20

    Sekolah ramah anak begini gak akan bikin anak bosan dan malas sekolah ya.. Bikin mereka jadi selalu bersemangat dan betah belajar di sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mba, seru-seruan juga. Semoga pendidikan kita ke depan lebih merdeka.

      Hapus
  6. Senang sekali bacanya, jd ingat masa2 sekolah hehe
    Masa sekolah memang harus menjadi masa yg paling Indah 😊

    BalasHapus
  7. Nama sekolahnya unik mba, SMPN 4 Bathin Solapan. Saya jadi flashback ke zaman masih sekolah dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, itulah nama sekolah kami yang berada di kota Duri kabupaten Bengkalis provinsi Riau.

      Hapus
  8. Orang tua pasti sangat mendambakan sekolah-sekolah ramah anak. Aktivitas seperti disekolah ramah anak akan membantu anak lebih senang belajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali.harusnya sekolah menjadi tempat menyenangkan bagi anak.

      Hapus
  9. Sekolah ramah anak harus diperbanyak ya. Jadi anak lebih happy bersekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan mba, sesuai dengan konsep pendidikan yang dirancang Mentri pendidikan kita.

      Hapus
  10. Bagus banget inovasi sekolah ramah anak ini. Saya baru dengar, untuk kegiatan literasi, senam dan bersih-bersih. Sekolah saya dulu juga sering menerapkannya. Tapi untuk main permainan tradisional ini adalah suatu hal yang baru dan jarang bisa ditemui. Semoga lancar ya acara sekolah ramah anak selanjutnya supaya budaya permainan tradisional bisa tetap lestari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...Insyaallah kita selalu menuju yang lebih baik.

      Hapus
  11. seru sekali acaranya. semua guru ikut berpartisipasi lagi. keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, semua komponen sekolah ikutan happy.

      Hapus
  12. Bah...masih ada yang main congklak... hmm menarik sekolahnya.. kegiatan fisik dan interaksinya banyak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mencoba mengembalikan permainan tradisional mas, jangan hanya sibuk anak- anak dengan hp nya sehingga kehidupan sosialnya terabaikan.

      Hapus
  13. betapa tentramnya kalo sekolah ramah anak ini, aku pengalaman banget waktu sekolah itu di bully mba huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah MB, semoga pengalaman mba tidak terjadi lagi di sekolah manapun..

      Hapus
  14. Jadi kangen lihat dan ngatar anak sekolah setelah baca ini saya..hiks
    Salut untuk kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas dalam rangka memperingati Hari Anak dan mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak di SMPN 4 Bathin Solapan Duri Riau.
    Keren ini!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mba Dian, pastinya keinginan orang tua dan guru sama ya mba, anak- anak kita betah dan semangat berada di sekolah untuk belajar

      Hapus
  15. Sekolah ramah amazing sekali mbak. Mesti dibanyakin sekolah seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mba.. semoga lebih baik lagi di masa yang akan datang.

      Hapus
  16. Sekolah ramah anak jarang sekali saya dengar. Keren nih terkadang sekolah mengerikan bagi anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ke depannya lebih baik mas,anak- anak merasa betah di sekolah.

      Hapus
  17. Keren banget sekolahnya Mbak Santi, omong-omong dulu saya sering main ke Duri, waktu itu diajak nenek karena ada mamak (paman) tinggal di sana, sekarang sudah jarang karena sudah sibuk dengan urusan orang dewasa, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe..
      Mas Fadli..mudah-mudahan ada kesempatan untuk datang lagi ke Duri mas.

      Hapus
  18. Kudu diperbanyak nih implementasi sekolah ramah anak. Terima kasih, artikelnya, Bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mas. Terima kasih atas apresiasinya.

      Hapus
  19. Wah, bikin kangen masa sekolah. Dulu saya paling suka kegiatan di luar kelas. Nggak sepaneng, lebih bebas, bisa sambil bercanda ketawa2 sama teman-teman yang lain. Seru. Hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, mudah- mudahan dengan konsep kurikulum 13 dan merdeka belajar mampu meningkatkan potensi anak.

      Hapus
  20. Seru ya sekolah ramah anak kaya gini, smg di indonesia lebih banyak lg sekolah sekolah seperti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Semoga ke depannya lebih baik lagi mba pendidikan kita.

      Hapus
  21. Segala sesuatunya memang harus dibikin gerakan sih. Kalo gak gitu manusia suka lupa. Padahal yang namanya sekolah mesti dan wajib buat ramah terhadap anak. Dalam artian segala hak anak dalam tumbuh kembangnya mesti dipenuhi dan dilindungi. Tapi ya itu, banyak orang yang abai sehingga sekolah ramah anak mesti dibuat gerakan sosial.

    Sukses selalu buat guru-guru di Bengkalis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mas. Semoga lebih baik lagi untuk masa yang akan datang.

      Hapus
  22. jadi seru belajarnya ya, nggak melulu di dalam kelas dan mendengarkan guru berbicara, tapi membaur jadi satu dalam irama germes yang bikin semangat. by the way yang lompat tali itu mba Nofri kan?

    BalasHapus
  23. Coba sistem belajar gini bisa dijalankan semua sekolah ya, pasti anak-anak semangat

    BalasHapus
  24. Sekolah ramah anak gini makin membuat anak-anak merasa nyaman selama belajar di sekolah ya. Semoga nggak sebatas deklarasi aja, tapi benar-benar diwujudkan dalam kegiatan belajar mengajar selama di sekolah

    BalasHapus
  25. coba aja seluruh sekolah Indonesia memiliki sistem seperti ini pasti seru banget yaa

    BalasHapus
  26. Harapannya semua sekolah bisa ramah anak, ya. Harus lebih gencar lagi nih campaign nya, termasuk memberikan edukasi kepada pendidik dan anak didik supa ya tidak melakukan perundungan, jika melihat atau mengalami perundungan harus berani melawan

    BalasHapus