Assalamualaikum wr.wb.

Sahabat... Mungkin masih ada yang kebingungan bagaimana cara membuat laporan pengembangan diri setelah pulang dari pelatihan atau diklat.

Sahabat, jangan tunda membuat laporan kegiatan tersebut ya, apalagi sampai dibawa mimpi berhari-hari bahkan bertahun-tahun. Semakin lama sahabat menunda maka semakin sulit kita memulai kembali.

Sahabat... Sebagai orang yang diberi kepercayaan untuk menimba ilmu, tidak salah jika kita langsung menyelasaikan tugas dan tanggung jawab, sebagai buktinya dengan memberikan laporan tertulis kepada pihak terkait. Apalagi sekarang ini jika sahabat mau mengurus kenaikan pangkat di instansi sahabat pasti memerlukan hal itu.

Sahabat... Mau berbagi nih contoh laporan pengembangan diri setelah selesai pelatihan atau diklat.

LAPORAN 1 

 PEMBEKALAN INSTRUKTUR PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN (PKP ) BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS JENJANG SMP


Oleh : NOFRINI SUSANTI, S.Pd NIP: 1980 1125 2008 012 015

LOGO

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BENGKALIS SMP NEGERI 4 BATHIN SOLAPAN TAHUN 2019

Contoh Cover


BIODATA PESERTA PEMBEKALAN INSTRUKTUR PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN ( PKP )

Nama : NOFRINI SUSANTI, S.Pd
NIP : 198011252008012015
Pangkat/Golongan : III.B 
Jabatan : Guru Muda
Jenjangg Sekolah : SMP
Tempat & Tgl Lahir : Desa Dalam Koto, 25 November 1980 
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Nama Unit Kerja : SMP Negeri 4 Bathin Solapan Alamat Unit Kerja : Jalan Siak
Alamat Rumah : Perumahan Graha Asri Blok D No 8
Telepon Rumah & HP: 0852.6520.3854
NUPTK : 7457758660300073
 NPWP : 35.924.691.5.219.000


Duri, 4 September 2019
Peserta,
NOFRINI SUSANTI, S.Pd NIP. 198011252008012015




KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil ‘alamin,puji syukur kami sampaikan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya laporan ini dapat tersusun dengan baik. Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada: 1. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis 2. Kepala SMP Negeri 4 Bathin Solapan. 3. Bapak/Ibu Narasumber. Yang telah menfasilitasi kegiatan Pembekalan Instruktur Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP ) jurusan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Jenjang SMP. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan Indonesia khususnya Kabupaten Bengkalis.
 Duri, 4 September 2019
 Hormat saya,
 Nofrini Susanti, S.Pd
 NIP. 198011252008012015






 DAFTAR ISI
 Biodata Peserta
 Kata Pengantar
 Daftar isi
 BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang …….………1
 B. Tujuan .……………………..1
 C. Dasar Hukum ………..……..2
 D. Manfaat.………....…………..2
 E. Hasil yang Diharapkan.….... 3
BAB II PENGEMBANGAN DIRI
A. Peserta ……….…………….. 4
B. Waktu dan Tempat.......… .......4
C. Struktur Prograam…….. .......4
D. Uraian Materi ….……….…. 4
E. Hasil yang Diperoleh .… .......5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan…….................. 6
 B. Rekomendasl…………….. 6



 BAB I PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang

Guru sebagai pendidik pada jenjang satuan pendidikan dasar dan menengah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik sehingga menjadi determinan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Sedemikian pentingnya peranan guru dalam pendidikan diwujudkan dalam Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik.

Untuk merealisasikan amanah undang-undang sebagaimana dimaksud, pada tahun 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melaksanakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Pengembangan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Program PKB melalui PKP bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Program ini dilaksanakan secara berjenjang mulai dari Pembekalan Narasumber Nasional, Pembekalan Instruktur Kab./Kota, Pembekalan Guru Inti dan selanjutnya Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi di guru sasaran.

Sebagai salah satu upaya untuk mendukung keberhasilan program, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar memfasilitasi kegiatan penyusunan Buku Pegangan Pembekalan Instruktur Kab./Kota/Guru Inti Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Buku Pegangan Pembekalan Instruktur Kab./Kota/Guru Inti ini telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Gerakan Literasi Nasional dan Pembelajaran Berorientasi Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills) serta berisi aktivitas-aktivitas pembelajaran yang dirancang untuk mendukung proses fasilitasi pembelakan instruktur Kab./Kota/Guru Inti. Buku ini diharapkan dapat menjadi acuan fasilitasi bagi para peserta pembekalan untuk dapat meningkatkan pemahaman tentang program yang akan dilaksanakan.

B. Dasar Hukum

Landasan hukum kegiatan ini adalah:
 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;   2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
 3. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1999 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom;
 4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
 5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.
 6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

C. Tujuan

Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan mampu:
1. Memfasilitasi materi pembekalan Instruktur berupa konsep Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi, Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Gerakan Literasi Nasional (GLN), Pengembangan Pembelajaran, Penilaian dan Praktik Pembelajaran berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS), serta strategi fasilitasi kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi,

2. Memfasilitasi transfer knowledge baik teori maupun praktik pembelajaran berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang terintegrasi 5 (lima) unsur Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Literasi,

3. Memfasilitasi kegiatan Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi sesuai dengan skenario pembelajaran.

D. Manfaat

 Manfaat pelaksanan Pembekalan instruktur Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) adalah :
1. Terwujudnya peningkatan kinerja guru mata pelajaran dalam mengembangkan potensi guru.
2. Peningkatan kompetensi guru dalam menyelesaikan soal-soal.
3. Peningkatan kompetensi guru dalam membuat bahan ajar yang efektif dan efisien.
4. Guru dapat menilai tingkat keberhasilannya dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
5. Peningkatan kompetensi lulusan siswa.

 E. Hasil yang Diharapkan

Adapun indikator yang diharapkan adalah sebagai berikut:
1. Indikator pencapaian kompetensi yang diharapkan dicapai oleh peserta melalui kegiatan ini yaitu:
2. Menjelaskan kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi,
3. Menjelaskan integrasi PPK dan Gerakan Literasi Nasional dalam pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS),
4. Menjelaskan Konsep Higher Order Thinking Skills (HOTS),
5. Mengembangkan pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi Higher Order Thinking Skills (HOTS), 6. Mengembangkan Penilaian Berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS),
7. Mengembangkan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran,
8. Mempraktikkan Pembelajaran Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam bentuk Peer Teaching,
9. Menganalisis strategi fasilitasi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP)

 BAB II PENGEMBANGAN DIRI

 A. Nara Sumber

 Nara sumber kegiatan pelatihan ini adalah Widiaswara Dirjen GTK dan PPPPTK Bahasa.

 B. Peserta.

Peserta dalam pelatihan ini adalah guru Bahasa Indonesia yang terpilih menjadi Instruktur Nasional ( IN) yang berasal dari wilayah regional Sumatra.

 C. Sumber Dana

Penyelenggaraan pelatihan Instruktur Peningkatan Kompetensi Pembelajaran sepenuhnya dibiayai oleh DIPA PPPPTK Bahasa tahun anggaran 2019.

 D. Waktu dan Tempat.

Pelatihan pembekalan Instruktur Peningkatan Kompetensi Pembelajaran dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari yang di mulai dari tanggal 26 Agustus sampai dengan tanggal 1 September 2019 bertempat di PPPPTK Bahasa dengan pola pelatihan 60 Jam.

 E. Struktur Program 

Pelatihan pembekalan Instruktur Peningkatan Kompetensi Pembelakaran (PKP) dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari yang di mulai dari tanggal 26 Agustus sampai dengan tanggal 1 September 2019 bertempat di gedung PPPPTK Bahasa dengan pola pelatihan 60 Jam.
 Adapun struktur program secara lengkap sebagai berikut:
 TANGGAL WAKTU KEGIATAN
 Senin, 26 Agustus 2019 11.15- 15.45 16.00-16.45 16.45-17.30 19.30-21.00 Registrasi Pembukaan Tes Awal Kebijakan Program PKP berbasis zonasi
 Selasa, 27 Agustus 2019 08.00-09.30 09.30- 17.30 19.30- 21.00 Integrasi PPK dan GLN dalam pembelajaran HOTS Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran berorientasi HOTS Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS
 Rabu, 28 Agustus 2019 08.00- 14.15 14.15- 20.15 20.15- 21.00 Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS Penilaian Berorientasi HOTS Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kamis, 29 Agustus 2019 08.00- 15.00 15.00- 21.00 Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Prekatek Pembelajaran HOTS dalam bentuk peer teaching
Jumat, 30 Agustus 2019 08.00- 17.30 Prekatek Pembelajaran HOTS dalam bentuk peer teaching Sabtu, 31 Agustus 2019 08.00- 12.00 13.30-17.30 Strategi Fasilitasi Pengenalan Kelas Pendampingan Online

 F. Uraian Materi

 1. Topik Umum

 a. Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Materi ini membahas tentang kebijakan pendidikan tentang pedoman dan juknis pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi.

 b. Integrasi PPK dan GLN dalam pembelajaran Berbasis HOTS. Materi ini membahas tentang integrasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Gerakan Literasi Nasional (GLN) dalam kegiatan pembelajaran berorientasi HOTS. Nilai utama PPK yang harus terintegrasi yaitu religiositas, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.

 2. Topik Pokok

 a. Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran Berorientasi HOTS. Materi ini membahas tentang pengertian HOTS, karakteristik, aspek, dimensi pengetahuan dan dimensi konsep berpikir, serta mengkaji materi pada unit pembelajaran. Kegiatan ini dilengkapi diskusi terbimbing dengan mencermati video pembelajaran sebagai sumber dalam pembelajaran berorientasi HOTS.

 b. Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS. Materi ini membahas tentang kegiatan pembelajaran yang melibatkan aktifitas peserta didik dengan menggunakan model-model pembelajaran dalam mencapai kecakapan abad 21.

 c. Penilaian Berorientasi HOTS. Materi ini membahas tentang pengembangan penyusunan penilaian pengetahuan dalam pembelajaran berorientasi HOTS.

 d. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pada materi ini, peserta mereview bahan pembelajaran dari Unit Materi Pembelajaran dan mengembangkan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berorientasi HOTS.

 e. Praktik Pembelajaran HOTS dalam bentuk Peer Teaching. Pada materi ini, peserta melakukan Peer Teaching Pembelajaran HOTS berdasarkan RPP yang telah disusun.

 f. Strategi Fasilitasi.
 Materi ini membahas tentang strategi fasilitasi pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi.

 3. Topik Penunjang

 a. Pengenalan Kelas Pendampingan Online. Pada materi ini peserta masuk ke kelas pendampingan online dan melakukan aktivitas pembelajaran berupa latihan pendampingan online pada sesi latihan.

 b. Rencana Tindak Lanjut. Materi ini membahas tentang penyusunan rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan oleh peserta setelah mengikuti kegiatan pembekalan.

 c. Tes Awal dan Tes Akhir. Pada kegiatan ini peserta melakukan tes awal untuk melihat kemampuan awal peserta sebelum mengikuti pembekalan dan melakukan tes akhir untuk melihat kemampuan peserta setelah mengikuti pembekalan.

 G. Hasil Yang diperoleh

 Hasil yang diperoleh oleh peserta dalam pelatihan ini adalah :
 1. Peserta mampu mengembangkan Pembelajaran Berorientasi HOTS.
 2. Peserta mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berorientasi HOTS.
 3. Peserta mampu mempraktekkan pemblejaran HOTS.

 BAB III PENUTUP

 A. Kesimpulan

 Keberhasilan penyelenggaraan pembekalan instruktur peningkatan kompetensi pembelajaran untuk regional Sumatra sangat bergantung pada kesungguhan dan partisipasi aktif seluruh komponen yang terlibat dalam kegiatan ini. Hasil-hasil yang dicapai khususnya peningkatan profesionalisme dan kompetensi instruktur dan guru dalam mengimplementasikan materi pelatihan akan memberikan pengaruh terhadap keberhasilan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kondisi seperti ini pada gilirannya dapat meningkatkan keberhasilan proses pembelajaran secara keseluruhan menuju peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

 B. Rekomendasi

Penyelenggaraan pembekalan instruktur Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP ) region Sumatra, merekomendasikan kepada guru dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis:

 1. Melaksanakan pelatihan kepada seluruh guru SMP se- Kabupaten Bengkalis

 2. Melaksanakan pendampingan terhadap pelaksanaan pembekalan buat intruktur agar membagikan ilmu dan informasi yang diperoleh kepada guru yang ada di Kabupaten Bengkalis.

3. Melaksanakan pengawasan terhadap implementasi pelatihan dan workshop di sekolah. Mengetahui,

 Duri, 4 September 2019

 Kepala UPT SMPN 4 Bathin Solapan Amril, S.Ag Peserta Nofrini Susanti NIP. 197110041998021001 NIP. 198011252008012015

 LAPORAN 2

 PENYULUHAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNTUK GURU SE KABUPATEN BENGKALIS

Oleh : NOFRINI SUSANTI, S.Pd
NIP: 1980 1125 2008 012 015

 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BENGKALIS
SMP NEGERI 12 MANDAU
2015

 BIODATA PESERTA PENYULUHAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNTUK GURU SE KABUPATEN BENGKALIS

 Nama : NOFRINI SUSANTI, S.Pd
 NIP : 198011252008012015
 Pangkat/Golongan : III.B
Jabatan : Guru Muda
Jenjang Sekolah : SMP
 Tempat & Tgl Lahir : Desa Dalam Koto, 25 November 1980 
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
 Nama Unit Kerja : SMP Negeri 12 Mandau Alamat Unit Kerja : Jalan raya Duri-Dumai. Duri XIII
 Alamat Rumah : Perumahan Graha Asri Blok D No 8
 Telepon Rumah & HP : 0852.6520.3854 NUPTK : 7457758660300073
 NPWP : 35.924.691.5.219.000

 Duri, Juni 2015
 Peserta,
 NOFRINI SUSANTI, S.Pd
 NIP. 198011252008012015

 KATA PENGANTAR

 Alhamdulillahhirobbil‘alamin,puji syukur kami sampaikan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya laporan ini dapat tersusun dengan baik. Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada:
1. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis
2. Kepala SMP Negeri 12 Mandau.
3. Bapak/Ibu Narasumber.
Yang telah menfasilitasi kegiatan Penyuluhan Bahasa dan Sastra Indonesia Untuk Guru Se Kabupaten Bengkalis . Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan Indonesia khususnya Kabupaten Bengkalis.

 Duri, Juni 2015
 Hormat saya,
 Nofrini Susanti, S.Pd
 NIP. 198011252008012015

 DAFTAR ISI
 Biodata Peserta
 Lembar Pengesahan
 Kata Pengantar
 Daftar isi
 BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang ……… 1
 B. Tujuan .………………… 1
 C. Dasar Hukum …….… 2 
D. Manfaat.……………….. 2
 E. Hasil yang Diharapkan 3

 BAB II PENGEMBANGAN DIRI
 A. Peserta ……….………….. 4
 B. Waktu dan Tempat … 4
C. Struktur Program…..... 4
D. Uraian Materi ….………. 4
 E. Hasil yang Diperoleh . 5

BAB III PENUTUP
 A. Kesimpulan.………….. 6
 B.Rekomendasi………… 6


 BAB I PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang

Bahasa merupakan alat komunikasi yang amat penting bagi manusia. Oleh sebab itu, bahasa, terutama bahasa Indonesia, diajarkan di setiap jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) dan sekolah menengah umum (SMU) dan yang sederajat di Indonesia.
Ada empat keterampilan berbahasa yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan ini berkaitan erat antara satu dengan yang lainnya. Hal ini juga diungkapkan Tarigan (1982: 1) menyatakan bahwa menyimak dan berbicara diperoleh sebelum masuk sekolah, sedangkan membaca dan menulis dipelajari setelah masuk sekolah.
Pada hakikatnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia hendaknya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta didik dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, secara lisan maupun tertulis. Hal tersebut di atas, sejalan dengan salah satu tujuan umum mata pelajaran bahasa Indonesia yaitu agar peserta didik memiliki kemampuan menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional, dan kematangan sosial (BSNP, 2006: 3). Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa,berakhlak mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Untuk mencapai butir-butir tujuan pendidikan tersebut perlu didahului oleh proses pendidikan yang memadai .
Agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik,maka semua aspek yang dapat mempengaruhi belajar siswa hendaknya dapat berpengaruh positif bagi diri siswa sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Amanah undang-undang No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan indonesia yang cerdas,namun juga berkepribadian atau berkarakter,sehingga akan lahir generasi bangsa yang tumbuh kembang dan berkarakter bernafas nilai luhur bangsa serta agama.Pendidikan yang bertujuan melahirkan insan cerdas dan berkarakter adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya. Oleh sebab itu pemerintah dan pemerintah daerah selalu memberikan pelatihan kepada guru-guru agar selalu meningkatkan kemampuan mereka dalam mengajar. Salah satunya dengan memberikan penyuluhan kepada guru bahasa Indonesia

B. Dasar Hukum

Landasan hukum kegiatan ini adalah:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1999 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2000.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
7. Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara No.18 Tahun 2010, Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan.

C. Tujuan

Tujuan dari pelaksaan pelatihan atau penyuluhan bahasa dan sastra Indonesia untuk guru se kabupaten Bengkalis adalah untuk meningkatkan kembali keterampilan berbahasa guru sehingga lebih optimal mentransfer ilmu-ilmu bahasa kepada peserta didik.

D. Manfaat

Manfaat pelaksanan Penyuluhan Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Guru- Guru Se Kabupaten Bengkalis adalah : 1. Terwujudnya peningkatan kinerja guru mata pelajaran dalam mengembangkan potensi guru. 2. Peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan kemampuan bahasa. 3. Peningkatan kompetensi guru dalam membuat bahan ajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.

E. Hasil yang Diharapkan

Pada akhir dari pelatihan dan penyuluhan Bahasa dan Sastra Indonesia diharapkan dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan baik disekolah dan mampu menerapkan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Disamping itu guru juga diharapkan mampu mengolah pembelajaran dengan baik dan menyenangkan.

 BAB II PENGEMBANGAN DIRI

 A. Nara Sumber

Instruktur atau narasumber dalam pelatihan ini adalah:
 1. Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau.
 2. Drs. Agus Sri Danardana, M.Hum.
 3. Imelda Yance, S.S., M.Pd
 4. Yulita Fitriana, M.A

 B. Peserta.
 Peserta dalam pelatihan ini berasal dari utusan guru Bahasa Indonesia se Kabupaten Bengkalis. 

C. Sumber Dana.
 Penyelenggaraan pelatihan dan penyuluhan Bahasa dan Sastera Indonesia dibiayai oleh pihak Balai Bahasa Privinsi Riau.

 D. Waktu dan Tempat.

 Tempat pelaksanaan pelatihan atau penyuluhan bahasa dan satra Indonesia untuk guru adalah di aula UPTD pendidikan kecamatan Mandau yang dilaksanakan pada tanggal 27 sampai 30 April 2015.

 E. Struktur Program

Pelatihan penyuluhan bahasa dan satra Indonesia untuk guru adalah di aula UPTD pendidikan kecamatan Mandau yang dilaksanakan pada tanggal 27 sampai 30 April 2015. Adapun struktur program secara lengkap sebagai berikut: TANGGAL WAKTU KEGIATAN 27 April 2015 08.00- 17.00 Kebijakan bahasa 4 Jam 28 April 2015 08.00-17.00 Ejaan Yang Disempurnakan 8 Jam 29 April 2015 30 April 2015 08.00 - 17.00 Bentuk dan Pilihan Kata, Kalima 6 Jam Kalimat dan Paragraph 8 Jam Apresiasi sastra 6 Jam Jumlah Jam 32 Jam

 F. Uraian Materi

Materi dalam pelatihan ini adalah 1. Kebijakan Bahasa 2. Ejaan Yang Disempurnakan 3. Bentuk dan pilihan kata 4. Kalimat dan Paragraf 5. Apresiasi Sastra G. Hasil Yang diperoleh Hasil yang diperoleh oleh peserta dalam pelatihan ini adalah : 1. Terwujudnya peningkatan kinerja guru mata pelajaran Bahasa Indonesia 2. Peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar 3. Peningkatan kompetensi guru dalam membuat bahan ajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.

 BAB III PENUTUP

 A. Kesimpulan

 Keberhasilan penyuluhan Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Guru-Guru Se Kabupaten Bengkalis sangat bergantung pada kesungguhan dan partisipasi aktif seluruh komponen yang terlibat dalam kegiatan ini. Hasil-hasil yang dicapai khususnya peningkatan profesionalisme guru dalam mengimplementasikan materi pelatihan akan memberikan pengaruh terhadap keberhasilan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kondisi seperti ini pada gilirannya dapat meningkatkan keberhasilan proses pembelajaran secara keseluruhan menuju peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

B. Rekomendasi

 Penyelenggaraan Penyuluhan Bahasa dan Sastra Indonesia, merekomendasikan kepada guru dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis: 1. Melaksanakan pelatihan kepada seluruh guru SMP se- Kabupaten Bengkalis khususnya guru Bahasa Indonesia. 2. Melaksanakan pendampingan terhadap pelaksanaan pembekalan buat intruktur agar membagikan ilmu dan informasi yang diperoleh kepada guru yang ada di Kabupaten Bengkalis. 3. Melaksanakan pengawasan terhadap implementasi pelatihan dan workshop di sekolah.

Terima kasih telah berkunjung sahabat baikku. Tinggalkan pesan dan komentar agar kita saling mengenal.
tunggu tulisanku selanjutnya...